Profil Sahabat Nabi: Umar bin Khattab r.a.













1. Identitas Singkat

  • Nama lengkap: Umar bin Khattab bin Nufail bin ‘Abdul ‘Uzza
  • Kunyah: Abu Hafsh
  • Gelar: Al-Fārūq (pembeda antara yang haq dan batil)
  • Suku: Quraisy, Bani ‘Adi
  • Tempat lahir: Makkah
  • Wafat: 23 H / 644 M (di Madinah)
  • Dimakamkan: Di samping Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar r.a.

2. Kehidupan Sebelum Islam

Sebelum masuk Islam, Umar dikenal sebagai:

  • Sosok tegas, berani, dan berwibawa
  • Ahli baca-tulis, hal yang langka saat itu
  • Pandai berpidato dan diplomasi
  • Termasuk penentang keras Islam di awal dakwah Nabi

Namun di balik ketegasannya, Umar memiliki kejujuran dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

3. Masuk Islam

Umar masuk Islam pada tahun ke-6 kenabian.
Peristiwa masuk Islamnya sangat terkenal ketika:

  • Ia berniat membunuh Rasulullah ﷺ
  • Namun hatinya luluh setelah mendengar QS. Thaha

Kisah Masuk Islamnya Umar bin Khattab r.a.

Pada masa awal dakwah Islam di Makkah, Umar bin Khattab dikenal sebagai salah satu penentang Islam paling keras. Ia bertubuh tinggi, berwatak tegas, dan disegani oleh kaum Quraisy. Umar sangat membenci ajaran yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ karena dianggap memecah persatuan kaumnya.

Suatu hari, Umar berangkat dengan pedang terhunus, berniat membunuh Rasulullah ﷺ. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Nu‘aim bin Abdullah yang mengetahui niat Umar. Nu‘aim berkata,

“Wahai Umar, apakah engkau mengira Bani Abdu Manaf akan membiarkanmu hidup jika engkau membunuh Muhammad? Mengapa tidak engkau periksa keluargamu sendiri? Saudaramu dan iparmu telah masuk Islam.”

Mendengar itu, Umar terkejut dan langsung menuju rumah saudarinya, Fathimah binti Khattab, dan suaminya Sa‘id bin Zaid, yang sedang belajar Al-Qur’an bersama Khabbab bin Al-Aratt.

Saat Umar tiba, terdengar bacaan Al-Qur’an dari dalam rumah. Umar marah, memukul iparnya dan bahkan menampar saudarinya hingga darah mengalir di wajah Fathimah. Namun dengan penuh keberanian, Fathimah berkata:

“Wahai Umar, lakukanlah apa yang engkau mau. Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Melihat darah di wajah saudarinya, hati Umar tersentuh. Amarahnya mereda dan ia berkata,

“Berikan kepadaku lembaran yang kalian baca itu.”

Fathimah menjawab,

“Engkau najis, dan Al-Qur’an tidak boleh disentuh kecuali oleh orang yang suci. Mandilah terlebih dahulu.”

Setelah membersihkan diri, Umar membaca ayat-ayat awal Surah Thaha:

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

Ayat-ayat itu menggetarkan hati Umar. Ia berkata dengan suara lirih,

“Alangkah indah dan mulianya perkataan ini.”

Khabbab bin Al-Aratt pun keluar dari persembunyiannya dan berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah berdoa:

“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan Umar bin Khattab atau dengan Abu Jahl.”

Umar pun segera berkata,

“Tunjukkan aku kepada Muhammad.”

Umar lalu menuju Darul Arqam, tempat Rasulullah ﷺ dan para sahabat berkumpul. Para sahabat ketakutan melihat Umar datang membawa pedang. Namun Rasulullah ﷺ dengan tenang menghampiri Umar, memegang bajunya, dan bersabda:

“Wahai Umar, apa yang engkau kehendaki?”

Dengan penuh keyakinan, Umar menjawab:

“Aku datang untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan engkau adalah utusan Allah.”

Para sahabat pun bertakbir dengan suara keras, menggema di seluruh penjuru Makkah. Sejak saat itu, Umar bin Khattab menjadi pembela Islam yang paling kuat, dan kaum Muslimin dapat berdakwah secara terbuka.

Masuk Islamnya Umar menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Islam, karena dengannya Allah menguatkan barisan kaum Muslimin, karena:

Islam dapat disyiarkan secara terang-terangan

 

4. Keutamaan Umar bin Khattab

Beberapa keistimewaan Umar r.a.:

  • Dijuluki Al-Fārūq oleh Rasulullah ﷺ
  • Doanya sering sejalan dengan wahyu
  • Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seandainya ada nabi setelahku, maka Umar-lah orangnya.” (HR. Tirmidzi)

  • Setan lari jika berpapasan dengan Umar
  • Termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga

5. Peran di Masa Rasulullah ﷺ

  • Selalu berada di barisan terdepan dalam dakwah
  • Mengikuti seluruh peperangan besar
  • Menjadi penasihat utama Nabi
  • Tegas dalam menegakkan hukum, namun adil

6. Umar sebagai Khalifah (634–644 M)

Umar adalah Khalifah ke-2 setelah Abu Bakar r.a.
Prestasinya antara lain:

  • Memperluas wilayah Islam hingga Persia dan Romawi
  • Menata sistem pemerintahan dan administrasi
  • Membentuk Baitul Mal
  • Menetapkan kalender Hijriah
  • Menjamin kesejahteraan rakyat, termasuk non-Muslim

7. Sifat dan Akhlak

  • Sangat adil dan tegas
  • Hidup sederhana
  • Tak segan menangis karena takut kepada Allah
  • Pemimpin yang mengutamakan rakyat

8. Wafat

Umar wafat setelah ditikam oleh Abu Lu’lu’ah saat memimpin shalat Subuh.
Sebelum wafat, ia:

  • Menunjuk dewan syura untuk memilih khalifah
  • Tetap memikirkan umat Islam

9. Teladan dari Umar bin Khattab

  • Keberanian dalam kebenaran
  • Kepemimpinan yang adil
  • Kesederhanaan pemimpin
  • Ketegasan yang dilandasi iman

 

Profil Sahabat Nabi: Umar bin Khattab r.a.

1. Identitas Singkat Nama lengkap : Umar bin Khattab bin Nufail bin ‘Abdul ‘Uzza Kunyah : Abu Hafsh Gelar : Al-Fārūq ...