Pendahuluan
Di antara tokoh penyebar Islam yang sangat dihormati oleh
masyarakat Kediri, nama Syekh Wasil Syamsuddin menempati posisi yang istimewa.
Sosok yang juga dikenal dengan sebutan Mbah Wasil atau Pangeran Makkah ini
diyakini sebagai salah satu perintis dakwah Islam di wilayah Kediri jauh
sebelum masa Wali Songo. Hingga kini, makam beliau yang berada di kawasan
Setono Gedong, Kediri, menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah.
Walaupun kisah hidup beliau masih menyimpan banyak perbedaan
pendapat di kalangan sejarawan, masyarakat Kediri tetap mengenang Syekh Wasil
sebagai ulama besar yang berjasa menanamkan nilai-nilai Islam melalui
pendekatan yang damai, bijaksana, dan penuh kearifan.
Asal Usul dan Kedatangan ke Kediri
Riwayat mengenai asal-usul Syekh Wasil belum dapat
dipastikan secara mutlak. Beberapa sumber menyebut beliau berasal dari Persia
(Iran), sementara sumber lain menyatakan berasal dari wilayah Turki atau negeri
Rum. Ada pula tradisi lisan yang menghubungkannya dengan Makkah sehingga beliau
mendapat julukan "Pangeran Makkah".
Menurut berbagai kajian sejarah, Syekh Wasil datang ke
Kediri pada masa pemerintahan Sri Aji Jayabaya, sekitar abad ke-10 hingga abad
ke-12 Masehi. Kedatangannya diyakini bukan sekadar untuk berdakwah, tetapi juga
untuk berdiskusi mengenai ilmu pengetahuan, terutama ilmu falak dan kitab
Musarar yang berkaitan dengan ramalan Jayabaya.
Peran dalam Penyebaran Islam
Syekh Wasil dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan Islam
dengan cara yang santun dan tidak memaksakan kehendak. Beliau memilih mendekati
kalangan kerajaan dan masyarakat secara bertahap sehingga ajaran Islam dapat
diterima tanpa menimbulkan konflik sosial.
Tradisi masyarakat Kediri meyakini bahwa beliau memiliki
hubungan dekat dengan Raja Jayabaya. Bahkan, sebagian masyarakat menyebut
beliau sebagai guru spiritual sang raja. Melalui kedekatan tersebut,
nilai-nilai Islam mulai dikenal oleh lingkungan kerajaan dan kemudian menyebar
ke masyarakat luas.
Keberadaan makam kuno Syekh Wasil beserta inskripsi yang
ditemukan di kompleks makamnya menjadi salah satu bukti penting bahwa pengaruh
Islam telah hadir di Kediri pada masa yang sangat awal, jauh sebelum
berkembangnya dakwah Wali Songo.
Makam dan Peninggalan Sejarah
Makam Syekh Wasil terletak di kawasan Kompleks Makam Setono
Gedong. Tempat ini menjadi salah satu situs sejarah Islam penting di Kediri dan
ramai dikunjungi peziarah sepanjang tahun.
Di kompleks makam tersebut ditemukan sejumlah artefak dan
inskripsi kuno yang menjadi bahan penelitian para sejarawan. Temuan-temuan
tersebut memperkuat keyakinan bahwa Syekh Wasil merupakan tokoh penting dalam
sejarah perkembangan Islam di wilayah Kediri dan Jawa Timur.
Warisan dan Pengaruh
Meskipun sejarah hidupnya belum sepenuhnya terungkap,
pengaruh Syekh Wasil tetap terasa hingga sekarang. Namanya diabadikan sebagai
simbol perkembangan Islam di Kediri dan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam
menjaga nilai-nilai keislaman yang damai dan toleran.
Penghormatan terhadap beliau juga tampak dari penamaan UIN
Syekh Wasil Kediri, yang menjadikan sosok Syekh Wasil sebagai identitas dan
inspirasi akademik bagi generasi masa kini.
Penutup
Syekh Wasil Syamsuddin merupakan salah satu tokoh penting
dalam sejarah Islam di Kediri. Walaupun banyak aspek kehidupannya masih menjadi
bahan kajian sejarah, beliau dikenal luas sebagai ulama yang membawa ajaran
Islam dengan kebijaksanaan dan pendekatan budaya. Melalui dakwah yang santun
serta kedekatannya dengan Raja Jayabaya, Syekh Wasil meninggalkan warisan
spiritual yang terus dikenang oleh masyarakat Kediri hingga saat ini.
"Nama Syekh Wasil bukan hanya bagian dari sejarah
Kediri, tetapi juga simbol awal berkembangnya peradaban Islam di tanah
Jawa."